Oleh : Ridwan Rustandi
Pemuda adalah mereka yang dikategorikan sebagai penerus bangsa, pemegang estafet perjuangan, dan penegak tonggak bersejarah kemajuan bangsa dan negara. Di tangannya terbentang luas beribu amanat rakyat, berjuta tanggung jawab dan bermilyar kepercayaan masyarakat bangsa. Kemajuan bangsa ini sangat tergantung dari kebulatan tekad para pemuda dalam menjalani kemerdekaan ini. Apakah jalan kebenaran yang kemudian menjadi pilihan para pemuda untuk mengisi kemerdekaan ini, ataukah hanya kesenangan yang bersifat hedonistis yang menjadi pilihan guna mengisi kemerdekaan bangsa? Entahlah, yang jelas sudah menjadi kewajiban kita sebagai pemuda bangsa untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bermanfaat, guna memajukan bangsa dan negara.
Indonesia, merupakan negara yang multikultural. Keanekaragaman ini terbentang dari sebelah barat di Sumatera, sampai dengan sebelah Timur di Papua. Tentunya dari keanekaragaman ini terciptalah berbagai wujud kebudayaan yang berbeda pula. Dan kalau saja perbedaan tersebut tidak disikapi dengan bijak, alhasil akan tumbuh sikap sukuisme, sikap primordialisme yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, dan tentunya akan mengancam kesatuan bangsa.
Tentunya, keanekaragaman bangsa kita melahirkan berbagai generasi bangsa yang berbeda pula. Generasi bangsa ini mempunyai tanggung jawab yang sama untuk kemajuan bangsa. Dan kemajuan bangsa ini sangat tergantung dari bagaimana para pemuda menyikapi keberagaman yang ada tanpa mengeyampingkan kepribadian bangsa. Dan satu hal, keragaman adalah sebuah anugerah dari makna keadilan Tuhan terhadap makhluk-Nya.
Tengoklah sejarah wahai pemuda
Presiden Pertama RI, dalam bukunya “Di Bawah Bendera Revolusi”, beliau mengungkapkan bahwa ” berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan taklukan dunia”. Apa maksud Soekarno dengan ungkapannya itu? penulis memandang bahwa, bagi bangsa kita pemuda mempunyai peranan yang signifikan. Secara historis, kemerdekaan bangsa ini bisa direnggut dari kolonialis tidak terlepas dari peran pemuda didalamnya. Bagaimana tidak, dahulu, Soekarno dan Hatta didesk oleh para pemuda untuk sesegara mungkin memproklamirkan kemerdekaan bangsa kita, para pemuda berani menghadapi segala kemungkinan yang ada guna memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dan terbukti, sampai saat ini bangsa kita senantiasa merasakan kemerdekaan bangsa berkat peran serta pemuda.
Begitupun, zaman pra kemerdekaan dahulu. Bagaimana kita bisa mengulas sejarah para pemuda yang gigij berjuang demi kemerdekaan bangsa kita. Bagaimana sosok jenderal Soedirman yang dalam usia muda telah mampu memimpin perang bersama para tokoh bangsa, Bagaimana sosok Soekarno dalam usia muda telah mampu memimpin partai nasional Indonesia yang didalamnya begitu banyak tokoh bangsa yang tidak kalah hebatnya, dan bagaimana seorang bung Tomo,mampu membakar semangat arek-arek Surabaya untuk mmeperjuangkan kemerdekaan. Semuanya adalah pemuda. Mereka gigih berjuang, berani mengorbankan segalanya demi pembangunan dan perubahan bangsa dan negara.
Sejarah telah mencatat, bagaimana kemudian kongres pemuda yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda menjadi tonggak awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Para pemuda saat itu berani mengeyampingkan kepentingan kelompoknya, demi kemerdekaan bangsa. Munculnya para pemuda dari berbagai daerah di nusantara menjadi bukti bagaimana keragaman para pemuda bersatu padu untuk kemerdekaan bangsa. Keberagaman bukanlah penghambat untuk menyatukan gagasan kemerdekaan, melainkan sebagai wujud kuatnya persatuan dan kesatuan pemuda terhadap bangsa, agama, dan negara.
Dan hari ini, sudah menjadi kewajiban bagi kita, untuk bercermin mengenai makna sumpah pemuda guna mewujudkan kemajuan bangsa yang lebih baik. Refleksi pribadi sebagai pemuda harus terinternalisasikan ke dalam diri kita, sehingga tranformasi diri sebagai pemuda benar-benar teraktualisasikan dalam kehidupan kita, sebagai bangsa, dan negara.
Yang harus kita pikirkan sekarang ialah bagaimana kita mampu berbuat untuk bangsa. Bagaimana kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi dan kreatifitas diri yang bisa menjadikan bangsa Indonesia maju secara kultural, secara sosial, dan secara inteletual.
Pun, makna sumpah pemuda mengisyaratkan bagaimana persatuan bangsa menjadi prioritas utama dalam menggalang persatuan dan kesatuan bangsa. Lepaskan sejenak atribut kedaerahan, demi kemerdekaan bangsa.
Hari ini Pemuda, Esok Hari Pemimpin
Pemuda adalah pemimpin. Itulah kiranya yang harus menjadi pegangan kuat seorang pemuda. pemuda adalah penerus perjuangan bangsa, pemegang estafeta pemerintahan guna membangun peradaban bangsa yang lebih maju.
Bagi kita, sebagai seorang pemuda, haruslah membuktikan bagaimana kita, sebagai generasi bangsa mampu mengisi kemerdekaan ini dengan sikap-sikap yang positif. Sebagai penerus bangsa, tentu kemandirian dan kebulatan tekad yang prestatif harus menjadi poin penting. Jangan sampai sebagai seorang pemuda kita menampilkan sikap-sikap yang tidak seharusnya. walaupun memang tak jarang kita temui para pemuda yang rela mengorbankan kehidupannya hanya karena frustasi semata.
Ingatlah wahai pemuda, kemajuan bangsa dan negara ini tergantung kita, tergantung peran kita dalam memajukan bangsa.Dan tentunya, kerjasama berbagai kalangan bangsa juga mempengaruhi maju-mundurnya bangsa kita, sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya.
BHINEKA TUNGGAL IKA, aku rela meninggalkan kehidupanku demi kemajuan agama, bangsa dan negara
sumber : http://regional.kompasiana.com/2010/10/28/pantaskah-kita-jadi-seorang-pemuda-refleksi-sumpah-pemuda-2010-oleh-ridwan-rustandi/
No comments:
Post a Comment